17 Juni 2010

Komputer Dapat Merusak Otak Anak, Jika Terlalu Dini

pagi, saya baru ikut forum ini..
tergerak hati saya, bikin thread ini.. cuma mau share aja pengalaman pribadi dibandingkan dengan tulisan ini..

anak saya 2 tahun (perempuan), kebiasaan baru anak saya adalah mainin laptop mama-nya., sekedar mencari lagu di you tube, sama main game DORA di nickjr. pertama saya lihat sih lucu, dan anak saya sudah pintar menghidupkan komputer, colok modem di slot usb, buka password dan mahir menggunakan mouse, tapi lama-kelamaan kebiasaan ini menjadi candu buat anak saya.

baru pagi ini baca di detik..com, kalau mengenalkan komputer terlalu dini itu gak bagus..

saya hanya mau share dan minta pendapat agan-aganwati dan apakah memiliki pengalaman yang sama?.

berikut beritanya



Jakarta - Perdebatan tentang kapan sebaiknya anak dikenalkan dengan teknologi memang masih belum selesai. Sebagian ahli mengatakan dengan menggunakan teknologi, anak-anak dapat terbantu dalam mempelajari perkembangan bahasa.

Namun, sebagian mengatakan itu justru merusak perkembangan kemampuan kognitif anak. Termasuk seorang psikolog dan penulis, Dr. Aric Sigman mengatakan pengenalan dini terhadap teknologi justru merusak otak anak-anak yang belum sepenuhnya terbentuk.

Sebelumnya, The Early Years Foundation Stage -sebuah yayasan kurikulum- menyarankan orangtua untuk mengenalkan komputer pada anak-anaknya di saat mereka masih berusia 22 bulan sampai 40 bulan. Dengan harapan di usia dini itu, anak-anak sudah mampu menjalankan teknologi sederhana seperti merubah saluran televisi, menggunakan mouse komputer atau bermain software tertentu.

"Namun, ada bukti yang menunjukkan pengenalan Information and Communication Technology (ICT) di awal usia justru merongrong keterampilan anak. Akibatnya adalah anak-anak tak mau lagi membaca buku, tidak memperhatikan guru dan susah untuk berkomunikasi," tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (15/6/2010).

Menurutnya, hanya karena anak-anak tertarik pada komputer bukan berarti meeka harus mengenalnya sejak dini. "Anak-anak bisa saja tertarik dengan alkohol, senjata dan pornografi. Itu bukan berarti kita boleh membiarkan mereka mengaksesnya dengan mudah," tutup Dr. Sigman sambil mengatakan idealnya teknologi dikenalkan pada anak yang sudah berusia sembilan tahun bukan ketika masih bayi. ( feb / wsh )

sumber : detik.com

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails