31 Desember 2010

Chen She Chu, Pedagang Sayur Masuk Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Chen Shu-chu hanyalah seorang pedagang sayur biasa yang punya kios di pasar besar Taitung County, kawasan tenggara Taiwan. Tapi, sejak majalah Time merilis daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Kamis lalu, 29 April, perempuan 59 tahun itu mendadak tenar. (foto: taipeitimes.com)
Chen Shu-chu hanyalah seorang pedagang sayur biasa yang punya kios di pasar besar Taitung County, kawasan tenggara Taiwan. Tapi, sejak majalah Time merilis daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia, perempuan 59 tahun itu mendadak tenar.

"Apa itu majalah Time? Saya tidak pernah tahu," ujar Chen saat diwawancarai Central News Agency di kiosnya. Dia bahkan mengaku malu saat diberi tahu bahwa majalah bergengsi Amerika Serikat (AS) itu memasukkannya dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia.

Ia sejajar dengan mantan Presiden AS Bill Clinton, reformis Iran Mir-Hossein Moussavi dan bintang film laga Jet Li. "Ini membuat saya malu. Tapi, terima kasih atas perhatian Anda semua," lanjutnya.

Dalam esai yang dia tulis tentang Chen untuk Time edisi Kamis lalu, sutradara Brokeback Mountain Ang Lee menyatakan kagum pada kesederhanaan perempuan berambut sebahu tersebut. "Ini bukan tentang sesuatu yang luar biasa.

Tapi, justru tentang kesederhanaan dan kemurahan hatinya," ungkap pria berdarah Amerika-Taiwan tersebut. Sebab, meski tidak bergelimang harta dan kemewahan, Chen selalu menyempatkan beramal.

"Uang menjadi berguna hanya jika berada di tangan orang yang membutuhkannya," tandas Chen. Karena itu, tidak heran jika selama 17 tahun terakhir dia menyumbangkan tidak kurang dari USD 320.000 (sekitar Rp 2,8 miliar) ke yayasan-yayasan sosial.

Termasuk donasi untuk yayasan anak-anak dan panti asuhan yang besarnya masing-masing USD 32.000 (sekitar Rp 288,3 juta). Juga sumbangan senilai USD 144.000 (sekitar Rp 1,29 miliar) untuk perpustakaan sekolahnya dulu.

Namun, Chen menolak disebut sebagai dermawan. "Saya tidak pernah memberikan donasi yang nilai nominalnya sangat besar," tandasnya, seperti dilansir Agence France-Presse, kemarin. Pekerja keras yang memiliki tiga anak angkat itu juga enggan bercerita banyak soal sumbangan-sumbangannya ke yayasan sosial.

Sebab, menurut dia, amal yang dia berikan bukan untuk dipublikasikan. "Apalagi, ini juga bukan bagian dari kompetisi," imbuh Chen.

Perempuan yang tidak tamat sekolah dasar karena kesulitan biaya itu menekuni bisnis sayur-mayur di Pasar Taitung sejak berusia 13 tahun. Awalnya, dia hanya membantu orangtuanya yang memang pedagang sayur di sana. Kini, dialah yang mengelola kios sayur tersebut.

Selama hampir lima dekade, Chen menjadi pedagang sayur dengan jam terbang paling tinggi. Sebab, tiap hari, kiosnya lah yang buka paling pagi dan tutup paling sore.

"Mengagumkan. Tapi, di atas semua (donasi) yang sudah dia berikan itu, keteladanan lah yang menjadi sumbangan terbesarnya," terang Time dalam pernyataan resminya tentang Chen. Sosok rendah hati itu berambisi memberikan pendidikan serta makanan dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin.


Karena itu, wajar jika Time mencatatkan nama Chen dalam kategori pahlawan. Maret lalu, Chen juga dinobatkan sebagai satu dari 48 pahlawan amal Asia oleh majalah Forbes.


Sumber : http://suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/35369-chen-pedagang-sayur-yang-sejajar-dengan-bill-clinton-a-jet-li.html

13 komentar:

  1. Patut ditiru... will take action also in 2011, its been so long since i did charity.
    thanks for the post, it really 'reminds' me..!
    happie nuyer 2011!!

    BalasHapus
  2. MUSTAHIL ADA DI INDO, JGN KAN PEDAGANG SAYUR, PEJABATNYA JA KORUP2 MESKIPUN UDAH KAYA.TANYA KNP..?!

    BalasHapus
  3. klo di indonesia pedagang bukan masuk dalam orang yang berpengaruh...
    melainka orang yang di anggap pemerintah sampah...
    pemerintah,mereka itu butuh makan sama dengan anda...
    tpi jabatan mereka beda...
    bukan di usir,digusur

    BalasHapus
  4. jangan main salah salahan,,,liat diri masing2,, mampu ga beramal walau sedikit,, malu deh cuma omdo doank,,, (buat yg koment diatas)

    BalasHapus
  5. setuju dg anonim diatas...nilailah diri sendiri dulu sebelum menilai orang lain..ok

    BalasHapus
  6. kalo semua orang sadar arti "tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah" dan mengamalkan bahwa zakat itu hukumx wajib,
    rasanya ga bakal ada KKN dan kesenjangan sosial yg tinggi...
    SEJAHTELAH INDONESIAKU

    BalasHapus
  7. padahal dalam 9 keberkahan... 8 diantaranya diperoleh dr seorang yg berdagang... kenapa ya kok org2 masih mikir jadi pegawe doang...

    ibu ini telah membuktikannnya...tipikal org2 Cina bgt tuh...kaya & sukses dari hasil dagang....bukan kerja ama org...

    patut ditiru

    BalasHapus
  8. besok gue mulai berhenti kerja...jadi tukang sayur aja

    BalasHapus
  9. teladani aja yg baik baik.beramal itu ajaran semua agama koq.selamat berbuat baik.

    BalasHapus
  10. ahahhh...yang diatas bacot aja loh....semuanya salah, dasar mulut sampah...!!! mulut comberan, kayak subsiteng mukak lo semua

    encam kan itu dari saya.. si GUE OMES

    by anak TINJA

    BalasHapus
  11. lo semua tau ngaaaakkkk akuuu yg ke 99 lohhh

    bisa dipanggil semalem cuman 100rb HUB:08567787790
    terjaminn enakk puasss mantapp ;)

    BalasHapus
  12. yuk teman-teman mari bergabung disini...
    menangkan hadiah jutaan rupiah bahkan puluhan juta rupiah.
    silahkan klik disini yah:
    http://bit.ly/20vlgPK

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails