5 November 2010

Bukti Indonesia Adalahn Calon Kekuatan Ekonomi Baru

Optimisme tentang masa depan ekonomi Indonesia kian mengemuka. Apalagi, setelah sejumlah lembaga dan institusi bergengsi dunia mulai memasukkan negeri ini sebagai calon kekuatan ekonomi baru di masa yang akan datang.

"Saya melihat, Indonesia bukan sekedar berpotensi masuk kelompok BRIC, tetapi bisa menggeser posisi Rusia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan di Jakarta, Selasa, 2 November 2010.

BRIC adalah akronim yang dipopulerkan oleh Goldman Sachs Group pada 2001, merujuk pada empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020. BRIC kepanjangan dari Brazil, Rusia, India dan China. Total produk domestik bruto (PDB) BRIC diperkirakan mencapai US$30,2 triliun atau melampaui PDB tujuh negara industri maju (G-7) pada 2027. Bahkan, BRIC akan menjadi kekuatan ekonomi paling dominan pada 2050.

Namun, BRIC dianggap belum mencerminkan potensi kekuatan ekonomi yang lebih luas, termasuk sejumlah negeri berkembang. Untuk mengakomodasinya, Goldman Sachs membuat istilah baru, yakni Next11. Ini mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan Bangladesh.

Morgan Stanley malah mengusulkan tambahan Indonesia pada BRIC menjadi BRICI. Alasannya, dalam lima tahun ke depan, lembaga terkemuka ini memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai US$800 miliar.

Senada dengan itu, majalah bergengsi The Economist, pada Juli 2010 juga memasukkan Indonesia sebagai calon kekuatan ekonomi baru pada 2030 di luar BRIC. The Economist mengenalkan akronim baru dengan sebutan CIVETS, kepanjangan dari Colombia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa. The Economist memperkirakan PDB enam negara ini rata-rata akan tumbuh 4,5 persen per tahun selama 20 tahun ke depan.

"Kemunculan CIVETS akan mempercepat pergeseran ekonomi global ke wilayah Timur dan Selatan," tulis Economist.

Kini, proyeksi sejumlah lembaga asing tersebut mulai bergema di Jakarta. Dalam sebuah forum diskusi bertema "Indonesia The Next I in BRICI?" yang digelar di Jakarta, kemarin, sejumlah petinggi dan eksekutif menyuarakan optimistisme serupa.

"Indonesia memiliki semua prasyarat untuk masuk jajaran elit BRIC. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menambahkan 'I' pada akronim BRIC untuk menjadi BRICI," kata Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi. "Sebab, label ini jadi acuan investor asing menanamkan modal mereka."




Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri, Mirza Adityaswara, ada sejumlah alasan mengapa Indonesia layak disejajarkan dengan negara BRIC.

- Pertama, wilayah Indonesia tergolong luas hingga lebih dari 3 juta km2.
- Kedua, potensi pasar RI besar dengan jumlah penduduk 230 juta jiwa.
- Ketiga, memiliki kekayaan sumber daya alam, bahkan produsen nomor satu minyak sawit mentah, nomor dua timah dan eksportir besar batu bara.
- Keempat, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen per tahun. Bahkan, RI menjadi satu dari tiga negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi positif pada 2008 bersama Cina dan India.
- Kelima, PDB per kapita Indonesia pada 2009 sekitar US$3.900 atau lebih baik dari India yang hanya US$2.900.
- Keenam, fiskal Indonesia tergolong sehat dengan defisit hanya 1,6 persen, lebih kecil dari defisit anggaran Rusia sebesar 6 persen, Brasil 3,3 persen, India 10 persen dan China 2,2 persen.

Bahkan, Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) memuji ekonomi RI cukup tangguh dalam menghadapi krisis global. PDB Indonesia pada 2009 sebesar 4,6 persen atau ketiga terbesar dalam kelompok negara G-20, setelah China dan India. "Situasi terkini memberi peluang unik bagi Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria.

Namun, untuk mengejar impian sebagai negara berpengaruh di bidang ekonomi ada sejumlah syaratnya. OECD menyebutkan Indonesia harus serius menerapkan agenda reformasi, seperti perbaikan sistem pemungutan pajak, peningkatan efektivitas belanja negara, serta penegakan sistem hukum. "Subsidi energi Rp144 triliun pada 2010 harus dihapuskan bertahap," katanya. Dengan begitu, Indonesia punya anggaran lebih besar untuk membiayai infrastruktur yang kurang memadai.

Xavier Salai Martin, Chief Advisor dari World Economic Forum juga menyebutkan sejumlah syarat yang hampir sama agar Indonesia masuk jajaran ekonomi bergengsi. Syaratnya adalah perbaikan infrastruktur fisik, peningkatan mutu birokrasi, penegakan sistem hukum dan menjaga stabilitas ekonomimakro.

"Waspadai soal infrastruktur, jika tidak investasi, Indonesia takkan bisa mencapai pembangunan yang diharapkan."

Sumber : http://www.wahyu-winoto.com/2010/11/bukti-indonesia-sebagai-calon-kekuatan.html

26 komentar:

  1. Syukurlah kalo realitanya memang seperti itu. Cuma harap disadari, Indonesia sering menjadi negara yang 'makan sanjung' suka dengan sanjungan2 sehingga sering lupa diri dan akhirnya jauh krn kelewat PD...

    BalasHapus
  2. SETUJU SEKALI........ dengan koment diatas...

    BalasHapus
  3. zzz...
    ke-tujuh..
    banyaknya kekuatan para koruptor., pemimpin yang gak jelas., pemuda yang ngawur.,

    BalasHapus
  4. teorinya sih baguss sekali....kayaknya bisa deh asal para koruptor, mafia peradilan dan wakil rakyat durjana di hukum mati dulu

    BalasHapus
  5. MIMPI!!!!
    BASMI DLO PARA KORUPTOR!!!

    BalasHapus
  6. Yang tua yang muda sama aja jeleknya. yang tua (para koruptor) patut dibasmi dan MUDA yang bisanya NGOMONG DOANK, yang bisanya NENGADAHKAN TANGAN MA ORTU, yg bisanya HURA-HURA bikin RUSAK MORAL BANGSA, plus NGRUSAK ANAK ORANG LAIN juga patut dibasmi.
    saya percaya banget INDONESIA BISA!!!! sejauh pengamatan saya INdonesia tuh negeri yang paling oke. hanya memang butuh perubahan signifikan untuk kaula tua dan muda... Buat KAUM MUDA klo ga bisa nyumbang prestasi MENDING DIAM J N BERDOA,plus UBAH TU SIKAP. buat yang TUA SADAR WAKTU DI DUNIA MAKIN SEDKIT JADILAH TELADAN YANG BAIK.....

    BalasHapus
  7. NGIMPI......................!!!!!!!!!!!!!!!!
    YG ADA SEMUA ASET NEGARA DIKUASAI PIHAK ASING,RAKYAT SEMAKIN MENDERITA,KORUPTOR MERAJALELA&ANARKIS JLN YG DITEMPUH KAULA MUDA NYA.NEGARA KITA EMANG PALING KAYA DI DUNIA CUMA SAYANG PEMIMPINNYA DARI DULU GOBLOK2 SEMUA MAKANYA RAKYAT YG PINTER2 PADA KABUR KE LUAR NEGERI TP YG IDIOT2 MALAH DIANGKAT JD PEMIMPIN...!!!

    BalasHapus
  8. walah... gombal... di pik-pik ben gelem diatur ekonomine... seng ketok utange sak jagat.. rakyate akeh seng ra iso mangan

    BalasHapus
  9. gila loe!negara kayak gini jadi kekuatan ekonomi baru?gak mungkin!ilangin dulu koruptornya!

    BalasHapus
  10. Indosat dijual ke singapura, bentar lagi krakatau steel. lama2 indonesia kaga punya BUMN

    BalasHapus
  11. haduuuuuhh.. kapan negara kita mau maju kalo "kita" protes mulu..!
    koreksi dri sendiri dong, udah bener belum??

    BalasHapus
  12. bnr tuh koreksi bkn sling mnjthkan,klo gini terus indonesia akan jadi tp calon nya terussss

    BalasHapus
  13. tinggal nunggu pemimpin yang tepat yang dapat menciptakan pemerintahan yang bersih

    BalasHapus
  14. saya rasa secara ilmu ekonomi memang benar...

    BalasHapus
  15. Sebelum protes koreksi diri sendiri donk...
    Sudahkah kita berkontribusi bwat Indonesia ???
    Jgn bisa'a protes doank...

    BalasHapus
  16. wis talah sing penting aku iso bayar hutang gedek ne anak ben dadi bocah pinter, jujur cinta negara, nyenengne wong tuaku, gak sudi bayar pajak masak usaha cilik tetep bayar pajak iya lek dak di korupsi lek di korupsi piye? pilih uange tak sumbangne neng panti asuhan malah selamet dunia akhirat.

    BalasHapus
  17. Wahai Mat Indon bangunlah dari mimpi...

    BRIC ke BRICI ke atau apa juga namanya ngak perlu syok melulu. Ekonom/Pejabat di negeri ini hanya pake teori tapi di lapangan berkata lain.

    Otak kempes gara gara buaaaanyak makan jeroan dan bungkil.

    Sedunia dah akui bahawa Singapore dan Malaysia adalah negara yang paling menonjol di Asia Selatan.

    BalasHapus
  18. haduh atasq penyusup,dari bahasanya sepertinya aq tau ni org mana... keliatan bahasanya gak banget, ga punya kamus kali ya... hussss pergi sana jgn nyusup ksni,kyk pejabat di negara lu udah bener aja! pergi! pergi!hussssssssssssss... *ngusir pithik penyakitan mode on

    BalasHapus
  19. ye.... pakcik maling sial.. paling menonjol di asia selatan maling budaya sama tanah orang...

    maling turun temurun maling

    BalasHapus
  20. SEGALA SESUATU BERAWAL DARI MIMPI, MARILAH KITA BERFIKIR POSITIF KEPADA NEGARA SENDIRI. DENGAN BEGITU KITA AKAN MEMBERIKAN YG TERBAIK PADA NEGARA INI, KORUPTOR PASTI SELALU ADA, YG TERPENTING BAGAIMANA CARA KITA MENANAMKAN RASA SOLIDARITAS KEPADA SESAMA RAKYAT INDONESIA.
    MERDEKA!

    BalasHapus
  21. MALAYSIA NEGARA GAK BERBUDAYA, KATANYA BUDAYANYA ADALAH BAHASA, BAHASA ANJING!

    BalasHapus
  22. Assalamu'alaikum Mbak2 dan Mas2 yang madesu-masa depan suram, kecebong anjut, anak amis, kismin dan Ahli Neraka jangan makan langsung dari dandang! Bawa sial tahu! Tidur jangan macam burung dara berdosa tahu!

    BalasHapus
  23. nama malaysia di artikel atas mana yaa....

    wkwkwkwk.....

    BalasHapus
  24. Malaysia? Bahlul ente!

    Malaysia bukan calon “Kekuatan Ekonomi Baru” bahlul ente. Malysia adalah salah satu Negara yang menjadi kekuatan ekonomi sekarang.

    BalasHapus
  25. yaudahlah aminin aja kalo indonesia mau jadi kekuatan ekonomi baru, nggak usah di protes/ di jelek2in. malaysia malah seneng tuh kalo kita pada ribut

    BalasHapus
  26. Ada juga Mat Indon yang sadar!

    Jangan ikut makan bungkil ching.

    Otak tidak sehat jadinya.

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails