21 Februari 2012

Indonesia Bisa Jadi Masalah Baru Bagi Asia


Berbagai pemimpin dunia dan tokoh ekonomi berdatangan memuji keberhasilan Asia dalam berbagai bidang, terutama ekonomi. Berbagai negara juga berlomba-lomba memperkuat pengaruh mereka di Asia, tidak terkecuali Amerika Serikat.


Tapi kemajuan di Asia bukannya tanpa cela. Beberapa negara seperti China dan India, dua negara termaju di Asia, terancam terganggu perkembangannya jika tidak dapat memenuhi harapan masyarakat.

Selain itu, peluang konflik terbuka antar negara di Asia adalah yang terbesar di dunia. Itulah sebabnya seorang pakar politik dan ekonomi Amerika Serikat, Lex Reiffer, mengatakan bahwa Asia adalah ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang--seperti yang digembar-gemborkan pemerintah--tidak mengesankan Lex. Data kemajuan hanyalah data semu, keadaan sebenarnya, Indonesia jadi miskin sumber daya.

Dia mengatakan Indonesia akan menjadi masalah baru bagi Asia, jika negara ini tidak dapat mengatasi masalah perekonomiannya dan mulai memperhatikan upaya melestarikan sumber daya alam.

Berikut wawancara lengkap VIVAnews dengan Lex Reiffer:

Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pengurangan anggaraN militer hingga US$487 miliar dalam 10 tahun ke depan. Apakah ini salah satu bukti krisis ekonomi yang ada di AS?
AS memiliki masalah anggaran yang serius, perlu bagi AS untuk mengurangi pengeluaran. Namun, pengendalian anggaran dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. Salah satunya yang mengalami hal ini adalah Yunani, di mana pengurangan defisit berarti kenaikan pajak.

Anggaran pertahanan porsinya sangat besar, saya kira mustahil mencapai keseimbangan anggaran tanpa memotong dana di bidang ini. Tapi perlu diingat, militer AS akan tetap menjadi yang terkuat di seluruh dunia. Setelah pemotongan anggaran, kami akan tetap dapat mempertahankan kepentingan nasional di seluruh dunia.

Apa yang kami lakukan adalah tidak lagi melakukan dua perang sekaligus. Apa gunanya berperang di dua tempat? Saya kira itu tidak cerdas dan rakyat Amerika tidak ingin lagi terlibat perang. Pengurangan anggaran militer kali ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mencapai kemiliteran yang berkesinambungan.

Apa yang berubah dari kebijakan militer Presiden Barack Obama kali ini? Dimana posisi Asia?

Paling utama dari perubahan tersebut adalah mengubah fokus perhatian AS ke Asia. Tapi fokus di Asia bukan hanya soal militer, tapi di segala bidang. Jika kita melihatnya dalam konteks sejarah, beberapa dekade setelah Perang Dunia II, kebijakan luar negeri AS awalnya fokus pada Eeropa, lalu beralih pada Perang Dingin dengan Rusia, kemudian Timur Tengah Pasca 9/11, lalu Obama dan Hillary Clinton mengatakan sekarang fokus kita ke Asia, dan saya kira alasannya jelas.

Setengah dari populasi dunia berada di Asia. Wilayah ini juga negara dengan perkembangan tercepat di seluruh dunia. Selain itu menurut saya, ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia ada di Asia.

Karena kawasan ini tidak memiliki koeksistensi damai. Eropa yang memiliki koeksistensi damai pun, bisa pecaH Perang Dunia hingga dua kali. Ada ketegangan yang intens di Asia. Sebut saja Korea utara, Taiwan, masalah Laut China Selatan dan masalah dalam negeri di India. Potensi kekerasan antara negara di Asia saya yakin lebih tinggi dari pada kawasan lain. Inilah yang menjadi kepentingan AS: menyumbang pada evolusi perdamaian di Asia.

Banyak yang mengatakan bahwa fokus AS di Asia adalah untuk menandingi pengaruh China. Apakah Anda melihat akan ada perang dingin antara AS dan China?
Tidak. Karena menurut saya kepentingan kedua negara saat ini adalah menghindari perlombaan senjata. Kita lihat sejarah, perlombaan senjata hanya merugikan secara sosial. Namun tidak bisa dipungkiri adanya sifat manusia yang kompetitif.

Selain itu, nasionalisme juga menyumbang kesengsaraan dan kerusakan selama ratusan tahun. Nasionalisme memang memiliki keuntungan, tapi sejujurnya, nasionalisme merusak masyarakat. Akan lebih baik bagi dunia jika sentimen nasionalisme dikurangi. Karena sentimen ini adalah salah satu
pemicu konflik kepentingan antar negara. Ujungnya, mereka akan saling serang.

Banyak pemimpin negara yang berlomba-lomba memuji kemajuan di Asia. Anda setuju?
Hal ini sudah diprediksi. Beberapa tahun lalu banyak yang mengatakan bahwa abad 21 akan menjadi abadnya Asia. Saya kira ini benar. Tapi ada resiko besar di Asia, yang pertama adalah China.

Negara ini berkembang dengan sangat pesat dan stabil dalam 30 tahun. Tapi kita harus bersiap akan adanya gangguan pada kemajuan ekonomi China. Karena menurut sejarah, tidak ada kemajuan yang tanpa gangguan. Masalah akan timbul di China, ekonomi akan menurun dan stabilitas politik akan terguncang.

Kekhawatiran juga timbul dari India yang tengah berkembang. Kedua negara ini (India dan China) memiliki populasi yang tinggi. Mereka memiliki tantangan dalam menghasilkan pekerja yang produktif di tengah harapan masyarakat yang semakin tinggi.

Harapan yang tinggi ini timbul akibat perkembangan ekonomi dan perubahan tingkat masyarakat dari miskin ke kelas menengah dengan pendidikan yang tinggi dan melek informasi. Jika harapan ini tidak terpenuhi, maka stabilitas ekonomi dan sosial akan terganggu. Masalah lainnya, dunia saat ini berbeda dengan dulu. Dunia saat ini penuh, hampir tidak ada ruang kosong. Populasi meningkat dari 7 miliar menjadi 8-9 miliar, ditambah masalah perubahan iklim dan yang lainnya.

Saya kira abad ini adalah abad yang kacau dengan berbagai negara yang berusaha bertahan. Setiap negara pada akhirnya akan mementingkan kepentingannya sendiri dan kehidupan akan semakin sulit bagi semua orang.

Populasi di Asia sendiri tidak berkembang dengan cepat. Angka kesuburan di China telah berkurang di bawah tingkat penggantian (replacement level). Tingkat kesuburan ini dihitung berdasarkan angka kelahiran dibandingkan dengan jumlah rata-rata wanita. Tingkat penggantian idealnya adalah 2,1. Jika setiap wanita memiliki 2,1 anak, maka populasinya stabil.

Ada perdebatan di China yang mengatakan one child policy harus dihentikan karena hanya menciptakan populasi tua yang meningkat dan kekurangan masyarakat usia muda. Sebaliknya, India mengatakan memiliki populasi muda yang akan membuat negara itu maju, lebih baik dari China.

Padahal dua negara ini salah. India tidak memiliki kemerataan jumlah penduduk, ini adalah bom waktu bagi negara tersebut. Sementara China tidak ada masalah peningkatan populasi tua. Mereka tidak perlu lagi tambahan penduduk yang saat ini mencapai 1,3 miliar. Ini jumlah ideal, China akan lebih kuat di segala bidang dengan jumlah ini. Bagaimana mempertahankan jumlah ini, yaitu dengan tetap memberlakukan one child policy.

Indonesia pernah punya program keluarga berencana yang baik, tapi saya kecewa program ini tidak lagi dilanjutkan. Jika saja dilanjutkan, maka efeknya akan seperti 20 tahun lalu, populasi Indonesia saat ini akan lebih sedikit 25 juta orang. Jika demikian, maka pendapatan per kapita Indonesia akan 10 persen lebih tinggi. Akan lebih sedikit pengangguran, dan lebih sedikit yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Apakah Indonesia akan menjadi resiko juga di Asia, seperti China dan India?
Saya kira Indonesia lebih parah. Karena Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mengalami resource curse (Tidak adanya kemajuan di tengah melimpahnya sumber daya alam). Indonesia tidak menangani sumber daya alamnya dengan efektif, negara ini justru menghancurkan alam dengan over-eksploitasi, dan tidak menangani sumber daya alam untuk kepentingan rakyat keseluruhan.

Indonesia saat ini, menurut saya, tidak dapat menyelaraskan diri ke dunia yang lebih rumit. Karena penyelerasan berarti perlu adanya perubahan demi kepentingan orang banyak. Jika tidak, maka bersiaplah menjadi the big loser di abad ini.

Indonesia akan menjadi masalah baru bagi Asia. Lihatlah masalah pekerja di negara ini. Jumlah sarjana di Indonesia, menurut status Bank Dunia, lebih banyak dari pada jumlah pekerjaan yang diciptakan. Bagaimana Indonesia mau maju. Tapi saya kira ini adalah masalah yang menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia. Kita memiliki masalah global mengatasi pengangguran muda di perkotaan.

Tapi data-data menunjukkan kemajuan PDB Indonesia mencapai 6 persen tahun lalu?
Adakah pengaruhnya terhadap harga komoditas? Indonesia memiliki masalah yang serius, yang paling jelas adalah masalah infrastruktur. Dibandingkan dengan Vietnam, Indonesia mulai tertinggal. Vietnam mulai melaju ke pasar ekonomi pada akhir 1980 saat mereka ditinggalkan oleh Rusia. Saat itu, mereka ketinggalan 20 tahun dari Indonesia.

Tapi melihat perkembangan ekonomi sekarang, saya kira ekonomi per kapita Vietnam lebih kuat dari pada Indonesia dalam 10 tahun. Vietman juga tidak terlepas dari resource curse. Tapi apa yang dilakukan Vietnam kemudian? mereka mengembangkan masyarakatnya.

Tujuan Indonesia terlalu berorientasi pada peningkatan PDB. Padahal ada masalah statistik yang serius dalam PDB. Contohnya, ketika Indonesia menjual miliaran dolar gas alam, memang akan menyumbang banyak untuk PDB. Namun, di saat yang sama, kekayaan alam Indonesia akan hilang selamanya. Nyatanya, PDB memang bertambah, tapi negara semakin miskin.

PDB tidak bisa meningkatkan kualitas hidup, ini masalah mendasar. Ada banyak bukti empiris dan studi yang menunjukkan bahwa kualitas hidup dan kebahagiaan rakyat tidak ada hubungannya dengan PDB dan kekayaan negara.

Mengapa Anda sangat pesimistis dengan Indonesia, padahal berbagai lembaga pemeringkatan utang telah menaikkan tingkat Indonesia?

Anda percaya hal itu, setelah kesalahan yang mereka (S&P, Moody’s dan Finch Rating) lakukan terhadap Eropa? Tidak, lembaga pemeringkatan adalah bagian dari sistem yang besar.

Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia?
Di atas segalanya adalah melindungi sumber daya alam. Sumber hutan dan perikanan Indonesia telah rusak, ini sangat tragis. Salah satu yang terparah adalah perkebunan kelapa sawit. Jika idenya adalah menggunduli hutan demi minyak sawit, maka ini adalah tragedi. Bukan hanya tragedi bagi Indonesia, tapi tragedi kemanusiaan.

Indonesia tidak melindungi sumber kekayaan laut mereka. Habitat ikan dan karang dirusak oleh penangkapan ikan dalam jumlah banyak. Saya kira tidak masuk akal pemerintah Indonesia menghabiskan jutaan dolar untuk membeli senjata, lebih baik beli perahu boat untuk menghentikan penangkapan ikan ilegal dan pembalakan liar di Indonesia. (eh)

Lex Rieffel adalah ahli masalah Asia Tenggara, restrukturisasi utang luar negeri dan institusi keuangan internasional. Dia adalah pengamat ekonomi badan keuangan AS dan anggota senior di Institute of International Finance.





sumber

24 komentar:

  1. menurut pendapat saya memang benar sepertinya Indonesia akan sulit untuk bangkit melihat kondisi negara seperti ini. kalo menurut pandangan saya, ini diakibatkan karena banyaknya premanisme dari kalangan pejabat maupun rakyat. sayangnya saat rakyat berpotensi, pemerintah malah seenaknya sendiri. sedangkan saat pemerintah memberi dukungan dalam berbagai hal, rakyat malah seakan "semau gue". saya sebagai salah satu bangsa Indonesia sangat berharap bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju. semoga negara ini bebas dari manusia2 yang tidak bermoral.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ARTIKELNYA BAGUS BANGET GAN ... POSTINGNYA DITAMBAH LAGI DONK GAN ... MAKASIH YA GAN... OIYA YANG PENGEN BACA BACA ARTIKEL UNIK DAN FOTO FOTO GOKIL .... TINGGAL KLIK SALAH SATU..

      ---->> BRA PALING UNIK DI DUNIA
      ---->> FOTO - FOTO KEJADIAN LUCU
      ---->> KOLEKSI FOTO HOT LUNA MAYA GA PORNO
      ---->> FOTO PESAWAT TERCEPAT DI DUNIA
      ---->> ARTIKEL CARA2 MENINGKATKAN LIBIDO
      ---->> CARA BERCIUMAN YANG BENAR
      ---->> 10 KEBIASAN PRIA YANG DIBENCI WANITA
      ---->> FOTO FOTO ARTIS CANTIK HOLYWOOD

      TRIMA KASIH AGAN... SALAM SUKSES AJA BUAT AGAN BLOG YA.....
      SMOGA BLOGNYA TAMBAH RAMAI PENGUNJUNGNYA...

      ---------->>>> TRIMS YA Gan .....

      Hapus
  2. Sifat Nasionalisme harus diturunkan? saya rasa tidak, justru sifat itulah yang mampu membikin bangkit Asia. Nasionalisme sudah sangat tergerus di Indonesia, saat semua orang gemar mempergunakan buatan bangsa lain dan bangga dengan hal itu, maka itulah awal kehancuran, karena yang tercipta adalah sifat konsumtif dan pamer, sifat konsumtif hanya akan membuat orang menjadi mengagungkan segala cara untuk dapat membeli sesuatu yan "wah".

    Nasionalisme mendidik seseorang untuk lebih menghargai bangsanya, mempergunakan semua kemampuan sumberdaya bangsanya (Alam dan Manusia) untuk kepentingan bangsanya, tentu saja juga harus berfikir bagaimana bangsa ini bisa tetap maju 1000 tahun lagi. dan hal ini hanya dapat ditumbuhkan dengan nasionalisme.

    BalasHapus
  3. indonesia di kuasai asing....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya krn indonesia bodoh kok ya mau2nya sdanya dikuasai/bahkan dikelola asing

      Hapus
  4. no comment... sad fact dan membuat gwa sedih...

    BalasHapus
  5. Pemerintahan Indonesia telah mati...

    mereka mengutamakan "rekening gendut" untuk dia(pejabat) sendiri,,,

    sayang sebetulnya Indonesia yang kaya dengan segalanya tetapi miskin dan SDA ataupun SDM nya tdk di kelola dengan baik...

    Malah yang ada SDA yang seharusnya milik kita justru di keruk oleh negara lain...

    misal: Emas dan Uranium di PT Freeport,Blok Natuna dengan minyak nya di garap oleh perusahaan minyak asing,,
    keuntungannya???
    99% untuk pengelola
    1% untuk Indonesia,pdhl Tanah Air ini milik kita..

    huftttt....

    termiris melihatnya....

    BalasHapus
  6. capek kita komentar gan, kalau g ada perubahan, jadi mulai sekarang kita buat perubahan pada diri kita masing-masing kearah yang lebih maju, Allah tidak kan merubah nasib suatu kaum, klau tidak kaum itu mau merubahnya sendiri,

    to org amrik komen aja yang pandai tpi negara dia lebih parah, bahkan paling parh didunia, tu lah negara yang diatur yahudi

    BalasHapus
  7. sumpah gan, gua sedih ...

    BalasHapus
  8. Para pejabat ada baca menujuhijaublogspot ini gak yah??

    BalasHapus
  9. denger2 sankin kaya nya indonesia dg SDA, JEPANG aja mau tukar negara dg INDONESIA..malah JEPANG rela tidak membawa apa2 ke INDONESIA kalau pertukaran negara tersebut terjadi..ckck

    BalasHapus
  10. klo kya gini,harapan supaya indonesia jadi negara maju masih terlalu jauh...

    BalasHapus
  11. tak perlu terlalu risau dengan komen pengamat tadi, ada kepentingan tersembunyi dengan kemajuan indonesia. seperti dia katakan "mengganti hutan dengan kelapa sawit" kalau si pengamat fair kelapat sawit memicu nilai tambah luar biasa bagi indonesia. beda bila hutan dibiarkan saja. nilai tambahnya minim bagi kita. begitu kita pengin tebang mereka berkoar-koar penggundulan hutan dll. dengan amrik nego aja sampai 10% dari keuntungan newmont dan freeport untuk indonesia

    BalasHapus
  12. yah beginiliah negeri kita ini...seandainya aset"negeri ini dikelola oleh kita sendiri,rakyat akan lebih makmur dari skarang dan negeri ini pun meraup untung yg lumayan..dan tidak berhutang lagi..bahkan aset dalam bentuk manusia pun tidak kita pakai malah mendatangkan tenaga asing,ketika bangsa asing ke negeri kita diperlakukan layaknya raja(sungguh sangat terbalik)..para pejabat sedikit yg memikirkan rakyat,kebanyakan memikirkan bagaimana agar mereka lebih kaya..dan sekarang BBM akan naik..banyak rakyat kecil yg akan semakin menderita dan 1 yg pasti,,kejahatan akan semakin meningkat.kenapa harus BBM,,padahal pemerintah sendiri lah yg merugikan negeri ini..pembelian barang"mahal yg merugikan,,untuk apa membeli kursi di negara lain sedangkan banyak pembuat kursi yg baik di negeri ini,,dan kendaraan"mewah para pejabat yg harganya sangatlah mahal yg di ambil dari uang rakyat yg setiap bulan banting tulang mencari uang untuk membayar pajak .dan yg paling merugikan dan menjijikan adalah para koruptor..k

    BalasHapus
  13. pengaruh Neoliberlis serta adanya kebijakan kapitalis mnjadi salah satu knpa pihak swasta asing melenggang bebas,dengn inilah mereka ber "Aji mumpung" untuk memperkaya diri dengan tameng neoliberalis tsb,pngaruh pasar global juga mnjadi slah satu pnyebab SDA qt terjajah hnya krena htng yg mnumpuk......pergerakkan awal mestinya kita membersihkan Sistem pemerintahan yg mlai membusuk lalu maju atas nama negara & rakyat,sesungguhnya tiada hal yang mustahil untuk dilakukan
    Bila ada kesalahan tlng untuk sling membenahi

    BalasHapus
  14. kita masih belum hidup dibawah sinar bulan purnama
    kita masih hidup di musim pancaroba.
    Tetap terbang tinggi sang ELang Rajawali. Soekarno

    BalasHapus
  15. itu karena dulu masyarakat indonesia belum pada ngerti ngolah sumber dyanya makannya Indonesia membuat kontrak kerja dengan perusahaan asing yang sudah profesional sayangnya kesalahan waktu membuat kontrak adalah jangka waktu kontrk yang terlalu dan ketika sebenarnya bangsa kita sudah bisa mengolah sendiri ternyata tidk bisa karena masih dalam kontrak dengan perusahaan asing

    BalasHapus
  16. pasti saat inipun sang garuda sedang menangis

    BalasHapus
  17. Tapi kalo ga salah INDONESIA diprediksikan jadi masuk ke daftar THE BIG five kan, dilihat dari pertumbuhan ekonominya katanya terbaik di dunia.
    jadi sebenarnya gimana sih? bingung dengan kondisi dalam negeri saat ini. ga ngerti.

    BalasHapus
  18. indonesia masih dalam belenggung asing...

    genrasi muda, majukn negara indonesia, agar lebih baik..

    BalasHapus
  19. Kita tdk boleh lemah thd kebenaran/berbuat baik, walaupun tdk diperhatikan dan kebenaran akan muncul walaupun harganya mahal. Contoh negara Amirika bisa maju, melalui perjalanan yg sulit dan saling serang menyerang antar negara bagian.Salam bagi Anak2 Bangsa yg masih, berkomunikasi dan saling memberikan petuah/kata2 yg menyejukkan

    BalasHapus
  20. ?? saya udah ga bisa mikir lagi,, bagaimana masa depan Indonesia sekarang, saya putra kalimantan menggugat,, mengapa kalimntan krisis energi, padahal sumber daya alam kalimantan terus di kerok..

    BalasHapus
  21. Gunakan Sumber Daya Alam ( SDA ) untuk kepentingan rakyat

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails