3 Desember 2013

5 Hewan Kloningan yang Menyebabkan Kontroversi

Dalam ilmu biologi ada yang dikenal dengan rekayasa genetika, dan salah satu aplikasinya adalah Kloning. Kloning telah mengalami kemajuan pesat selama 15 sampai 20 tahun terakhir yang dimulai dari domba yang dinamakan Dolly hingga seekor kuda bernama Prometea.



Sekalipun demikian, masalah etika serta akibat yang ditimbulkan dari hal itu menjadi bahan perdebatan sengit. Berikut ini merupakan 5 hewan hasil kloning yang dianggap menyebabkan kontroversi menurut Nick Collins seorang jurnalis Telegraph.

1. Domba Bernama Dolly

Kehadiran Dolly merupakan peristiwa penting dalam teknologi genetika yang menunjukkan bahwa para ilmuwan bisa membalikkan waktu selular dengan mengkonversi sel domba dewasa menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi domba baru.

Kelahirannya menyulut perdebatan sengit tentang etika dan akibat kloning. Seorang penulis mengklaim bahwa Dolly “menatap anda dengan kedua mata merahnya yang penuh kebencian”.

Sanggahan etika yang menentang kloning hewan diperkuat ketika domba tersebut dikritik pada tahun 2003 setelah mengidap penyakit paru-paru. Hewan tersebut ditimpa dengan masalah-masalah kesehatan juga menderita karena artritis prematur.

2. Tikus Bernama Cumulina

Cumulina merupakan yang pertama dari 50an tikus identik sepanjang tiga generasi yang dibuat di Universitas Hawai pada tahun 1998.

Hewan kloning tersebut dinamakan Cumulina karena dia dibuat dari DNA sel-sel kumulus yang mengelilingi telur yang sedang berkembang pada indung telur tikus betina.

Cumulina merupakan hewan pertama yang dikloning dari sel-sel dewasa yang bertahan hingga masa dewasa dan menghasilkan dua seperindukan sehat.

3. Gaur (Bos Gaurus) Bernama Noah

Noah hewan gaur (spesies dari Asia Tenggara yang mirip bison), merepresentasikan percobaan pertama yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengkloning hewan yang terancam punah.
Para ilmuwan di Amerika berharap bisa mengambil langkah besar dalam upaya melindungi spesies yang terancam punah dengan melahirkan kloningan gaur di sebuah peternakan di Iowa. Namun Noah mati sesaat setelah lahir pada tahun 2001.

4. Kucing Bernama CC

CC atau Carbon Copy yang lahir pada tahun 2001 merupakan hewan peliharaan pertama yang dikloning.
Para ilmuwan berharap bahwa menciptakan carbon copy kucing bisa menawarkan jutaan pemilik piaraan kesempatan untuk membangkitkan hewan peliharan kesayangan keluarga.
Namun walaupun Rainbow yang merupakan kucing orisinil bertubuh gemuk dan memiliki warna putih dengan bintik-bintik coklat, coklat muda dan keemasan, CC bertubuh ramping dengan warna putih dan belang abu-abu. Lebih lagi, kedua kucing tersebut memiliki sifat berbeda, Rainbow pendiam tapi CC suka bermain.

5. Sapi Bernama Vandyk-K Integ Paradise 2

Hewan ini merupakan salah satu dari tiga yang dikembangkan dari sel-sel yang diambil dari sapi yang memenangkan berbagai perlombaan bernama Vandyk K Integ Paradise di Amerika. Embrio-embrio yang dibekukan dari kloning tersebut ditanamkan pada induk-induk pengganti di Inggris.
Vandyk-K Integ Paradise 2 menjadi pusat pembicaraan ketika daging dari keturunan kloning tersebut masuk pasaran.


The Capuchin Catacombs of Palermo, Museum Mayat yang Mengerikan

The Capuchin Catacombs of Palermo (atau di kenal Catacombe dei Cappuccini atau Catacombs of the Capuchins) adalah museum bagi Anda semua yang ingin menikmati kengerian dan horor hehe, museum Catacombe dei Cappuccini adalah hal yang wajib agan lihat, karena semuanya menampilkan jasad tubuh manusia yang masih utuh karena di balesemkan atau dimumi, bagi agan yang punya sakit jantung dan sakit perut :P tidak di anjurkan untuk berkunjung ke museum ini ketika liburan ke Itali, karena museum ini adalah perpustakaan manusia yang berisikan ribuan jasad pada tahun 1599. Pendeta Capuchin (bukan nama monyet), menemukan bahwa catacombs mengandung bahan pengawet misterius yang membantu pembalseman pada jasad yang mati. Sebagai hasilnya sekitar 8000 jiwa dari segala kalangan dipilih untuk dikuburkan di sini.

Mayat yang dikuburkan di museum ini adalah mereka yang meninggal berkisar antara tahun 1500 sampai dengan 1920 dan mereka semua dibalsemi sebelum akhirnya di pajang di dinding dan koridor-koridor museum, dan pada tahun 1940, sebuah bom mengenai monastary, menghancurkan banyak mumi, The Capuchin Monastery sendiri adalah bangunan yang dulunya adalah sebuah gereja pada tahun 1623 dan telah di perbaiki pada awal abad ke 20.

























Related Posts with Thumbnails